This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, 8 November 2013

Bertempur


Kita, tidak akan mengeluh, atas pilihan yang kita ambil sendiri. Tidak pantas, dan tidak patut.

Ada orang yang memutuskan pacaran, lantas pacarnya selingkuh, dia hamil, maka jangan mengeluh, adik2. Sungguh jangan. Bagaimanalah kita meletakkan harga diri, kehormatan kita? Jelas2 sekali kita sendiri yang memutuskan pacaran, kita sendiri yang melampui batas, sedangkan orang lain sudah koar2 menasehati jangan, bagaimana mungkin kita akan mengeluh atas resiko pilihan diri sendiri?
Atau contoh lain, ada orang yang memutushkan jadi guru honorer, digaji kecil sekali, belasan tahun tidak diangkat2, maka jangan mengeluh, kawan2. Sungguh jangan. Jelas sekali kita sendiri yang memilih jadi guru honorer, kita sendiri yang bersedia, bagaimana mungkin kita akan mengeluh atas resikonya? Tentu saja contoh kedua ini tidak bisa disetarakan dengan contoh pertama, yg satu jelas2 keliru, tapi fokus kita soal mengeluhnya, bukan yang lain.

Saya paham, itu manusiawi memang, dan satu-dua, boleh jadi memang hak kita. Tapi selalu cam-kan baik2: kita tidak akan mengeluh, atas pilihan yang memang kita ambil sendiri.
Jika hari ini kita hanya begitu2 saja, tidak dihargai, disitu2 saja, jangan mengeluh. Itu jelas implikasi dari keputusan yang kita ambil bertahun2 lalu. Jika kita hanya bisa jadi ini, tidak bisa jadi itu, maka jangan mengeluh. Itu jelas akibat dari apa yang dulu telah kita lakukan.
Kalau sudah terlanjur, sudah kadung demikian, saatnya untuk berdiri tegak, kokoh. Buatlah rencana2 terbaik, mengubah nasib sendiri. Karena tidak pantas kita selalu mengeluh atas situasi yang kita kunyah tiap hari, tapi kita tidak mengambil langkah kongkret. Kan jadi aneh, kita suka sekali ngomongin orang cuma teori, cuma manis kalimat, cuma jago nasehat, nyalahin orang lain (termasuk pemerintah), tapi kitalah sebenarnya mahkluk hidup yang disebut: omdo, alias omong kosong. Justeru tidak melakukan apapun atas hidup sendiri.

Kalau sudah terlanjur hamil (dalam kasus pacaran misalnya), maka usap air mata, berhenti menangis. Segera bersimpuh sujud, tobat pada Allah, tunaikan sanksi berzina tersebut, kemudian jalani hidup baru. Besarkan anak kita tersebut. Semua orang berhak atas hidup baru, new life. Masa lalu selalu tertinggal di belakang. Kita bisa jadi orang yang benar2 fresh, berubah total, dan mengerti, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kalau orang lain masih menatap sebelah mata pada kita, itu urusan orang lain. Urusan kita adalah: saya sudah menjadi orang baru yang insyaf.

Kalau sudah terlanjur jadi guru honorer bergaji kecil, tidak diangkat bertahun2 (dalam kasus pekerjaan misalnya), maka berhenti mengeluh kemana2, mengeluh ini, mengeluh itu, panggil cinta dan motivasi kenapa kita harus jadi guru. Jika tidak mampu memanggilnya, karena dulu cintanya hanya sebatas berharap diangkat jadi PNS (dan sekarang cinta itu jadi benci karena nggak diangkat2 juga), maka sudah saatnya berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Tegak, kokoh, mulai melakukan hal lain. Kita bisa menjadi orang yang benar2 fresh, berubah total, boleh jadi malah esoknya menjadi pengusaha top, selebritis terkenal, dsbgnya. Pilihannya selalu demikian. Bertahan, tanamkan cinta, atau pergi.
Apapun situasi yang kita hadapi sekarang, berhentilah mengeluh dan menyalahkan orang lain atas situasi yang kita pilih sendiri--sadar atau tidak sadar saat memilihnya. Kita ini punya kaki, punya tangan, punya otak, kita punya semua amunisi untuk bertempura dalam kehidupan.

Mari berjuang. Kebahagiaan itu harus direngkuh dengan banyak hal. Termasuk melalui perjalanan spiritual kehidupan, hingga tiba di titik pemahaman yang baik.

*tere liye

Thursday, 7 November 2013

Tugas Agama Islam (Konsep Kerasulan)

Saking Galaunya sampek Hampir Lupa kalo ada tugas Agama dari dosen..
hehehe
oke langsung aja..

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ




Rasul (:رسول Rasūl; Plural رسل Rusul) adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul. Jadi jumlah para nabi itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul.
Menurut syariat Islam jumlah rasul ada 312, sesuai dengan hadits yang telah disebutkan oleh Muhammad, yang diriwayatkan oleh At-Turmudzi.
Menurut Al-Qur'an Allah telah mengirimkan banyak nabi kepada umat manusia. Bagaimanapun, seorang rasul memiliki tingkatan lebih tinggi karena menjadi pimpinan ummat, sementara nabi tidak harus menjadi pimpinan. Di antara rasul yang memiliki julukan Ulul Azmi adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Mereka dikatakan memiliki tingkatan tertinggi dikalangan rasul. Rasul terbanyak di utus oleh Allah adalah kepada Bani Israel, berawal dari Musa berakhir pada Isa dan diantara keduanya terdapat seribu nabi.

Ar Rasul dlm AQ → Utusan/perutusan, perwalian, pemutus hukum, penyampai risalah & pembawa rahmat, tauladan yg baik (QS. 33:21, 21:107, 48:28, 5:67, 7:158, 5:55, 4:65)


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

"Hai Nabi, bertaqwalah kepada Allah, dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana," – (QS.33:1)


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu, suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pertemuan dengan) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut (nama) Allah." – (QS.33:21)


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ 
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." – (QS.21:107)


هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا 
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang hak (Islam) agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi." – (QS.48:28)


Itulah berapa Ayat Al-Qur'an yang menjelaskan mengenai Rasul Alloh.
Secara garis besar inilah konsep Kerasulan
KONSEP KERASULAN

Nabi:
     Diberi wahyu untuk dirinya.
     Bilangan nabi terlalu ramai sehingga 124,000 orang.
     Seorang nabi tidak semestinya rasul.
     Kitab tidak diturunkan kepada para nabi.
     Tidak wajib mengetahui bilangan dan nama nabi.Rasul:
Rosul:
Diberi wahyu untuk dirinya dan disampaikan kepada kaumnya.
Bilangannya seramai 313 orang.
Setiap Rasul ialah seorang nabi.
Rasul menerima kitab dan suhuf untuk disampai kepada umatnya.
Diwajibkan mengetahui bilangan dan nama 25 orang rasul.

Rasul Ulul Azmi
 ialah mereka yang memiliki kesabaran yang amat tinggi ketika berdakwah.

Rasul Ulul Azmi:

 Nabi Muhammad
 Nabi Ibrahim
 Nabi Musa
 Nabi Isa
 Nabi Nuh

 Sifat-sifat Rasul

Sifat wajib:
Siddiq
Siddiq artinya benar. Benar adalah suatu sifat yang mulia yang menghiasi akhlak seseorang yang beriman kepada Allah dan kepada perkara-perkara yang ghaib. Ia merupakan sifat pertama yang wajib dimiliki para Nabi dan Rasul yang dikirim Tuhan ke alam dunia ini bagi membawa wahyu dan agamanya.
Pada diri Rasulullah SAW, bukan hanya perkataannya yang benar, malah perbuatannya juga benar, yakni sejalan dengan ucapannya. Jadi mustahil bagi Rasulullah SAW itu bersifat pembohong, penipu dan sebagainya.


Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS An-Najm: 4~5)

Amanah
Amanah artinya benar-benar boleh dipercayai. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, nescaya orang percaya bahawa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh kerana itulah penduduk Makkah member gelaran kepada Nabi Muhammad SAW dengan gelaran ‘Al-Amin’ yang bermaksud ‘terpercaya’, jauh sebelum beliau diangkat jadi seorang Rasul. Apa pun yang beliau ucapkan, dipercayai dan diyakini penduduk Makkah kerana beliau terkenal sebagai seorang yang tidak pernah berdusta.
Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS Al-A'raaf: 68)

Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah SWT yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Baginda. Tidak ada yang disembunyikan walaupun ianya menyinggung Baginda sendiri.
Supaya Dia mengetahui, bahawa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” (QS Al-Jin: 28)
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, kerana telah datang seorang buta kepadanya.” (QS 'Abasa: 1~2)

Fatanah
Fathonah artinya bijaksana. Mustahil bagi seseorang Rasul itu bersifat bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan ayat Al-Quran dan kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadis memerlukan kebijaksanaan yang luar biasa.
Baginda SAW harus mampu menjelaskan firman-firman Allah SWT kepada kaumnya sehingga mereka mahu memeluk Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.


Sifat Mustahil:
 Kizbu
 Khiyanah
 Kitman
 Baladah
(Ini adalah kebalikan dari sifat wajib bagi Rosul)

Sifat Harus

Nabi hidup seperti manusia biasa.


 Peranan rasul
 Menyeru manusia mentauhidkan Allah sebagai Tuhan Yang Esa
 Mengajar perkara ghaib seperti syurga dan neraka
 Menyampaikan berita gembira tentang balasan syurga untuk yang taat
 Menyampaikan berita dukacita tentang balasan neraka untuk yang ingkar
 Menyeru kepada kebaikan untuk kesejahteraan manusia
 Membaiki akhlak manusia supaya berakhlak mahmudah
 Mengajar manusia cara beribadat yang betul seperti cara solat

Wednesday, 6 November 2013

Setia (Curhat dikit)



Ngga terasa udah lumayan lama juga aku setia,
setia sama kesendirian maksutnya....
hehehehe
Bukan jomblo juga siiih....
Karna Hatiku bukanx kosong, di sana masih ada kamu.
 kamu yang begitu setia bersemayam dalam Hatiku..
Setia membayangi Angan ku, setia menjadi motivasi ku, setia menjadi inspirasiku...
kamu setia banget pokoknya...
meski kenyataanx kamu bukan milik ku lagi..  meski kenyataanx sudah jauh kamu pergi dari hidup ku..
meski kenyataanx bahkan mungkin kamu sudah enggan nge-sms aku...
ya,,, meski kau sudah begitu jauh ,, kamu masih setia. :'(
Mungkin aku yang terlalu jauh, karna memang jarak antara kita tak sedekat dirimu dengan hatiku.
Atau aku yang terlalu jauh mengharapkan mu..? 
Entah siapa yang salah..?
tapi kamu memang paling setia..!

sedikit mengenang masa2 itu, saat kita hunting foto bersama,, aku pikir bahwa kita akan mengabadikan cinta kita seperti kita mengabadikan moment kala itu.  nyatanya kisah kita tak seindah foto2 yang kamu jepret. 
"Tapi kamu masih Setia"
Untuk mu...  
sengaja ku ketik ini, bukan untuk menyanjung apa lagi merendahkan mu...
aku hanya ingin mengabadikan kisah kita yang begitu singkat.. 
dan sengaja tak ku sebut nama mu disini, karna aku tau saat kau membaca ini kau akan menyadari bahwa postingan ini untuk mu,, meski ku tau kau tak akan pernah membacanya di sini.
dan satu hal lagi,
entah sampai kapan aku bisa bertahan dengan semua ini,, 
namun sekalipun kelak aku menemukan pengganti mu, 
sungguh,, "Kau akan selalu setia dalam hatiku"
walaupun kau telah berdua "Namun kau akan selalu sendiri dalam hati ku"

tapi sudahlah,, mungkin cara terbaik menyikapinya adalah diam dan melihat mu bahagia..
Begitu pula dengan semua yang telah terjadi, yang mungkin buruk di mata kita, pasti ada hikmah positif untuk kita maknai.

Sunday, 3 November 2013

Urusan Yang Pasti



Menurut catatan (meski banyak versinya), setidaknya manusia itu sudah ada sejak 200.000 tahun lalu. Nah, buat manusia yang hidup 200.000 tahun lalu, lantas meninggal, maka dia sudah ada di alam kubur selama 200.000 tahun. Bandingkan dengan usianya (asumsi) 100 tahun.

Apakah hidup ini sebentar? Sungguh sebentar.

Kalau kita mati di jaman ini, coba pikirkan, akan berapa lama kita akan ada di alam kubur menunggu kiamat? 10.000 tahun? 100.000 tahun? 1.000.000 tahun lagi? Apakah hidup ini sebentar? Sungguh sebentar.
Kita bahkan lupa dengan orang2 yang hidup 100 tahun lalu. Nggak ngeh, dan nggak kepikiran. Jangankan 100 tahun, yang 20 tahun lalu saja sudah dilupakan. Maka, lumrah saja, saat kita mati, 100 tahun lagi, orang2 juga sudah lupa dengan kita. Tidak ada lagi yang ingat kita yang suka melanggar peraturan, zalim, ingin menang sendiri, petantang-petenteng di muka bumi. Tidak ada lagi yang ingat kita yang suka memberatkan orang lain, mengambil hak orang lain, sok tahu, sok mutu, dan sebagainya. Tidak ada. Musnah ditelan waktu.

Hidup ini hanya sebentar. Hanya sesore hari saja, langsung gelap malam.
Maka, mulailah memikirkan untuk mengisinya dengan baik. Apa susahnya sih bermanfaat dan tulus? Kalaupun tidak, apa susahnya sih sensitif, mau mematuhi peraturan. Kalaupun tidak, apa susahnya sih mendengarkan nurani sendiri. Semua orang punya hati, dilengkapi dengan bagian paling lembut. Kita ini tahu persis apakah sesuatu itu salah atau benar. Tapi sekali kita lupakan hati nurani itu, berubah jadi kelam, maka hilang sudah semuanya. Lantas buat apa kita jadi orang menyebalkan? Agar kita bisa bahagia hidup ini? Agar kita kaya? Berkecukupan? Tidak ada harta benda yang dibawa ke liang kubur. Kalaupun ada, bahkan tidak akan cukup untuk kebutuhan 100.000 tahun di dalam sana?

Sungguh, orang2 yang senantiasa berusaha bermanfaat bagi sekitarnya, senantiasa menghiasi diri dengan ahklak baik, selalu mengingatkan dalam kebaikan, semangat tolong menolong, yang akan memiliki bekal menumpuk saat mati. Tetap akan dilupakan memang, tapi dia memiliki bekal terbaik untuk periode setelah mati yang lebih panjang. Kita bahkan belum menghitung masa2 hari perhitungan. Yang kalaupun di sebut 'hari', itu setara dengan waktu yang lama. Juga masa-masa setelah perhitungan, yang lebih super duper lama.


Entahlah kalau ada yang tidak percaya hari perhitungan dan hari akhir. Silahkan.

Tapi mau percaya atau tidak, kita pasti mati. Tidak butuh agama, penjelasan ilmiah, dsbgnya soal mati ini. Pasti mati. Bagaimana rasanya mati? Sensasi mati? Tidak ada yang tahu, karena yang tahu tidak bisa lagi menjelaskannya.
Semoga kesadaran atas hal ini, sedikit saja bisa mencegah kita untuk zalim, aniaya, memberatkan, melanggar peraturan, menyusahkan hak orang lain.


*Tere Liye

Saturday, 2 November 2013

Ketergantungan



Ada 6 level kecanduan zat adiktif bagi manusia. Level pertama yang paling ringan adalah kecanduan kopi; yang kedua adalah kecanduan marijuana/ganja; yang ketiga adalah kecanduan alkohol; yang keempat adalah kecanduan heroin; yang kelima adalah kecanduan morfin, dan yang paling tinggi levelnya adalah kecanduan nikotin. Jika kalian belajar kesehatan (apalagi seorang dokter); atau punya teman yang mengerti, silahkan konfirmasi hal ini, biar tidak merasa saya apusi/tipu.

Nah, kalau sudah dikonfirmasi, sungguh semua orang harus tahu, kecanduan nikotin (rokok) justeru ada di puncaknya.
Bagi saya, pertanyaan paling menarik, bukan hal2 terkait ini, atau membantahnya; karena jelas orang2 kedokteran lebih paham (dan sama saja sok tahu kalau saya membantahnya); yang menarik adalah, jika demikian adanya, kenapa industri rokok begitu raksasa hari ini? Kalau kita tahu betapa berbahayanya nikotin, kenapa dibiarkan begitu saja?

Maka jawabannya ada dua. Yang pertama, tentu saja karena orang2 yang merokok keberatan dibilang sebagai pencandu. Mereka menuntut merokok dilegalkan, tidak mau disamakan dengan alkohol atau narkoba; Sudah rumus umum, hal2 yang menyenangkan (tapi merusak) seperti rokok ini, tentu banyak peminatnya. Apakah perokok tidak sadar itu merusak? Mereka amat sadar sesadarnya. Kenapa mereka tidak mau berhenti? Inilah yang menjelaskan kenapa kecanduan nikotin duduk dipuncak jawara zat adiktif.

Yang kedua, alasan yang lebih rumit lagi, ini murni bisnis. Industri rokok besar sekali; di Indonesia saja, satu perusahaan rokok bisa untung 10 triliun setiap tahun, itu uang melimpah ruah. Jika sesuatu itu uangnya besar, maka tanpa diminta, banyak orang yang merasa berkepentingan. Saat banyak orang yang merasa berkepentingan, tanpa perlu dibujuk, disuruh, mereka sudah bersedia membela.

Dalam situasi yang sudah terlanjur ini, saya kira, tidak ada gunanya mengurusi orang2 yang sudah merokok. Dan jelas kalian GR deh kalau merasa saya sedang rese dengan kalian yang merokok. Dinasehati atau tidak, sama saja reaksi mereka. Lebih baik fokus kepada yang belum dan tidak akan merokok. Itulah gunanya kampanye tidak merokok ini harus digalang, didukung oleh orang2 yang masih memiliki konsen kepedulian--dan semoga itu termasuk kalian.
Ada berita terbaru yang menakjubkan, dewan kota New York baru saja menyetujui menaikkan usia minimum untuk membeli rokok, dari usia 18 tahun menjadi 21 tahun. Ini keren sekali, di kota paling bebas, di negara paling bebas, regulasi merokok telah beranjak ke level berikutnya. Kota ini tahu sekali biaya dan buruknya kebiasaan merokok, mereka berhitung dengan akal sehat, lantas membuat peraturan yang semakin menyulitkan rokok.

Di negara2 maju, regulasi merokok juga semakin mencekik. Kota2 Australia misalnya, mereka semakin memperbanyak daftar tempat terlarang merokok, tidak bisa seenaknya merokok. Negara2 maju di Eropa juga menaikkan cukai habis2an, rokok jelas bukan barang murah, karena para perokok tahu sekali resiko kena kanker, jantung, dll, jadi mereka pastilah orang kaya. Banyak perusahaan rokok di luar negeri pindah ke negara2 berkembang, karena bisnis di negara mereka lesu dan suram. Indonesia salah-satunya target pasar yang empuk.
Saya sungguh tidak tahu ke arah mana di negeri ini soal rokok, karena faktanya sangat menyedihkan. Sebagian perokok kita datang dari keluarga miskin, yang malah menghabiskan uang mereka utk merokok, bukan utk gizi, atau pendidikan. Mereka berada dalam cekikan bisnis rokok--yang justeru datang dari negara2 maju. Kelas menengah dan orang2 terdidik yg seharusnya berpikir sehat, malah menghabiskan waktu membahas tentang buruh, tenaga kerja, pajak. Lupa tentang fakta paling simpel: kita tidak bisa membenarkan sesuatu hanya karena alasan ekonomi saja.

Semoga masih banyak orang2 yang peduli, yang berani terus konsisten menyuarakan soal rokok ini.
Sekali lagi, saya sedang tidak rese membahas kalian yg sudah merokok; saya sedang mengurus anggota page ini yang masih remaja, merekalah yang sedang saya ajak bicara.




*Tere Liye

Wednesday, 30 October 2013

Orang2 mati yang masih hidup


Paling enak kalo baca ini sambil dengerin musik.
sayangnya saya belum bisa ngasi musik dalam blog..
hehehehe...


Ini bukan cerita horor, meski judulnya mirip2 horor. Saya simpel menulis ttg 'keabadian". Ketika jasadnya memang sudah hancur lebuh di dalam tanah, tidak ada lagi yang tersisa, sudah mati ratusan tahun lalu, atau bahkan ribuan tahun lalu, tapi karyanya masih hidup hingga hari ini. Inilah orang2 mati yang masih hidup.

Lampu misalnya, setiap kali melihat lampu bohlam, maka nama Thomas Alva Edison akan terus dikenang. Kalian tahu resleting? Zipper? Mungkin tidak banyak orang yang tahu siapa penemunya, tapi karyanya terus abadi hingga hari ini. Dan itulah menariknya konsep "keabadian" seperti ini, tidak penting namanya yang diingat, tapi karya-nyalah yang terus bermanfaat.
Dan lebih menarik lagi, mari pikirkan, bahwa Raja2 terkenal, saudagar2 terkaya, tidak masuk dalam definisi "keabadian" ini. Bukankah mereka berkuasa? Bukankah mereka kaya raya? Iya benar, tapi orang mengingatnya sebatas catatan sejarah, dia tidak hidup di antara kita. Berbeda sekali dengan lampu, resleting, setiap hari ada di sekitar kita bukan?

Apakah kalian mau jadi orang2 mati yang masih hidup?

Jika iya, maka jangan berkecil hati, tidak hanya penemu yang bisa melakukan ini. Di sebuah kampung, 50 tahun lalu, ada seorang pemuda yang susah payah membangun jaringan pipa dari sebuah gunung hingga ke kampungnya yang tandus. Panjang pipa itu 8 kilometer. Nah, sudah lama pemuda ini meninggal, pipa2 bambu itu sudah diganti berkali2 secara gotong royong oleh masyarakat, tapi pekerjaannya ternyata masih hidup, menyisakan sistem air bersih bagi mereka. Besok lusa, boleh jadi pipa2 bambu itu digantikan oleh mesin air tanah, disedot, atau besok lusa, seluruh kampung tidak sulit lagi mencari air, tapi setidaknya, dia sudah "abadi" lebih lama dibanding usia biologisnya. Setiap kali penduduk melihat pipa bambu itu, sosoknya hidup.
Mengajarkan ilmu bermanfaat, juga adalah pekerjaan "keabadian". Mendidik anak2 kita menjadi anak saleh, pun pekerjaan "keabadian". Tidak kecil nilainya seorang guru SD yang mau repot mengajarkan A, B, C bagi murid2 kelas satunya. Itu pekerjaan penting yang bisa abadi nilainya.
Kalian tahu Bukhari? Imam Syafi'i? Ibnu Taimiyah? Dan banyak guru2 mahsyur lainnya. Terbentang jauh jarak kita dengan mereka, tapi terasa dekat kita dengannya. Melalui apa? Buku2 yang mereka tulis, diwariskan terus menerus. Itu sungguh pekerjaan "keabadian" yang luar biasa. Tidak ada lagi sosok fisiknya, tapi kita masih bisa membaca karya2 mereka, pendapat2 mereka, nasehat2 mereka.
Apakah kalian tertarik mulai memikirkan melakukan pekerjaan "keabadian"? Bergabung kelak menjadi salah-satu orang2 mati yang masih hidup? Jika iya, ayo mulai hari ini. Agar kita bisa membuktikan, sekecil apapun mahkluk di dunia ini, tidak ada yang diciptakan sia-sia.
Karena sungguh, saya harus memberitahu kabar buruknya sekaligus, bahwa sebenarnya, di dunia ini, ada loh, orang2 yang masih hidup, segar-bugar, tapi sebenarnya sudah "mati". Tidak mau memberikan manfaat, tidak mau menjadi jalan kebermanfaatan, malah merusak dan sangat2 merusak. Kematian telah datang padanya meski usia biologisnya belum tamat.

*Tere Liye

FILOSOFI GERAKAN SHOLAT

Assalamualaikum

“Mukmin yang bahagia dalam pandangan Allah Swt. Adalah mukmin yang khusyu‟ dalam melaksanakan sholatnya (al-Mu‟min : 2). Dalam perspektif  ayat lain orang yang khusyu‟ adalah orang yang berkeyakinan akan bertemu dengan Allah Swt. (al-Baqoroh : 46). Secara Substansi syari‟at ibadah sholat mengandung dua nilai. Pertama nilai hubungan manusia sebagai  makhluk dengan Allah Swt. Sebagai Khaliq. Kedua, nilai hubungan kemanusiaan (Muamalah atau Sosial=hubungan antar manusia dengan manusia lainnya”. 
Sholat yang telah Kita lakukan selama ini tentu bukan sekedar kewajiban, namun juga merupakan kebutuhan untuk jiwa kita. Merupakan sarana agar kita dapat menjalin hubungan dengan erat dengan sang Maha Pencipta. Dibalik itu semua, terdapat filosofi yang luar biasa dari gerakan- gerakan sholat yang Kita lakukan sehari- hari.



 Dimulai dari niat yang berarti mempersiapkan hati untuk berkonsentrasi.
Takbir al-Ihram.  Adalah sebuah pengakuan akan kebesaran Allah. Menggambarkan pengumuman ke”sholat”an kita. Visualisasinya seperti ketika ada orang lemah dianiaya dengan cara disiksa atau dipukuli oleh orang kuat maka si lemah mengangkat tangannya menutupi kepala dengan kedua tangannya sambil berkata ”ampun..ampun...ampuun. Ini menunjukkan bahwa : Pertama, mengangkat tangan ketika takbiratul ihram adalah merupakan simbol atau isyarat untuk memohon ampun dari segala dosa dan kesalahan manusia yang lemah kepada Allah Swt yang Maha Besar sambil membaca doa iftitah, terus fatihah dan dilanjutkan dengan membaca salah satu surat dalam al-qur’an yang dianggap mudah.

Kedua, mengangkat tangan juga merupakan kunci pembuka hubungan manusia dengan Allah sebagai Khaliq (Tawajjuh) dan menutup hubungan manusia dengan sesama manusia (Mu‟amalah=sosial), terbukti bahwa setelah takbiratulihram dan kedua tangan disimpan di atas dada, maka orang yang sedang sholat tidak boleh berkata- kata, tidak boleh meludah, tidak boleh tengok kanan atau tengok kiri dan lain sebagainya. Inilah substansi takbir al ihram (takbir yang mengharamkan) artinya setelah takbir ihram tersebut kita diharamkan berbicara, makan, minum dan lain sebagainya karena akan membatalkan sholat itu sendiri.
Meletakkan kedua tangan di atas dada dalam keadaan berdiri. Tangan kiri dipegang oleh tangan kanan. Gerakan ini merupakan isyarat atau simbol dari : Pertama, bahwa posisi kiri merupakan simbol dari kejelekan atau kejahatan (Ahli syimal=Neraka)
sedangkan posisi kanan merupakan simbol dari kebaikan (Ahli Yamin=Syurga). Keadaan seperti ini mengandung makna bahwa kuasailah potensi kejahatan (Al-Fujur) dalam diri kita oleh potensi kebaikan atau ketaqwaan (Al-Taqwa) sehingga menjadi manusia yang tidak lupa kepada Allah SWT.dan menjadi manusia yang berbahagia dunia dan akhirat (QS. Al-Syamsyi : 8-10). Kedua, Posisi berdiri mengandung makna perjalanan hidup (Subul Al-hayat) manusia sejak lahir sampai meninggal dunia. Oleh karena itu hiduplah di jalan kebenaran secara konsekuen dan istiqomah dan jangan hidup di jalan kejahatan atau kesesatan yang hina.(QS. al- Mulk : 2).
Pandangan selalu menunduk

ke tempat sujud. Gerakan tersebut mengandung makna bahwa dalam perjalanan hidup di dunia manusia harus senantiasa ingat akan tanah tempat sujud artinya kematian, sebab kematian merupakan nasihat yang paling efektif bagi manusia yang berakal. Dunia merupakan satu-satunya tempat untuk menebar benih kebaikan. Dan dunia merupakan jembatan untuk menuju akhirat kelak (al-Dunya Majrah al-Akhirah). Walaupun kematian sesuatu yang sangat dibenci dan tidak diinginkan kedatangannya oleh manusia tetapi kematian tetap akan menemuinya jika sudah tiba saatnya.(QS. al-Jum’ah : 8). Kematian datangnya tiba-tiba dan tidak pernah bisa dihalangi dengan apapun juga. Oleh karena itu management kematian mesti diperhitungkan oleh orang yang beriman dan bertaqwa. Orang yang bertaqwa akan menemui kematian dalam keadaan baik (Toyyibiin) sehingga para malaikat pun berkata : silahkan masuk ke dalam syurga dengan sejahtera. Selain itu orang yang jiwanya tenang (Mutmainnah) rohnya akan dipanggil keluar dari jasadnya dengan santun dan penuh kasih sayang serta akan dikumpulkan di syurga dengan roh- roh orang yang sholeh.(QS. al- Fajr : 27-30). Kondisi demikian dilakukan pada posisi berdiri. Berdiri bermakna bahwa otak yang merepresentasikan ego berada di atas hati yang merepresentasikan nurani. Ini adalah fase dimana ego lebih mengendalikan nurani. Contoh hidup manusia pada fase ini adalah fase anak-anak. Diberi gambaran bahwa betapa sulitnya anak kecil berbagi pada sesamanya adalah gambaran betapa anak kecil masih didominasi kesadaran ego dibandingkan kesadaran nurani. Sering ditemui anak kecil yang tidak mau berbagi permen yang dimilikinya pada adiknya sekalipun. Karena takut jatahnya berkurang. Ini adalah fase dimana ego masih berada di atas nurani.


Gerakan berikutnya adalah ruku‟. Adalah gerakan yang menggambarkan bahwa ego dan nurani berada dalam posisi yang sama, sejajar. Fase ini menggambarkan fase kehidupan manusia sebagai seorang remaja. Terkadang antara nurani dan egonya bertentangan. Pernahkah anda merasakan betapa enggannya kita berbagi tempat duduk di bis kota pada seorang ibu tua? Atau enggannya berbagi uang jajan kepada seorang peminta-minta di lampu merah? Dalam hati ada pertentangan. Jika diberi uang kita habis, kalau tidak diberi kok kasihan. Inilah fase yang digambarkan oleh gerakan ruku’. Seringkali pertentangan itu kemudian dimenangkan oleh ego kita. Ketidakstabilan fase ini ditegaskan lagi adanya gerakan berdiri sebelum sujud. Ini menandakan betapa seringkali pertentangan batin ini dimenangkan oleh ego.
Gerakan sujud. Adalah gerakan yang menggambarkan bahwa kini ego berada di bawah nurani. Adalah penggambaran fase kehidupan manusia berada di fase pencerahan. Fase kedewasaan. Cerita hikayat tentang Syaidina Ali bin Abi Thalib. Suatu hari beliau harus membelanjakan uang sebesar 6 dirham ke pasar untuk membeli roti bagi anak-anak beliau. Namun ditengah jalan, beliau bertemu dengan seorang fakir yang sungguh perlu dibantu. Jika beliau masih berada di fase ruku’, tentu bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan beliau. Namun beliau memberikan semua uang itu kepada fakir tersebut dengan ikhlas. “Semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadamu.” Demikian doa dari sang fakir tersebut. Saat beliau dalam perjalanan pulang, beliau bertemu dengan seorang sahabat yang sedang berlebihan makanan. Dan beliau kemudian dibagi yang jumlahnya lebih dari jumlah yang bisa dibeli dengan uang 6 dirham. Itulah gambaran fase sujud dari seorang Ali bin Abi Thalib.


Gerakan duduk. Adalah penggambaran dari kepasrahan. Pasrah dan tawakal atas semua keputusan Allah akan dirinya. Betapa bahwa manusia itu sudah dijamin semua kebutuhan hidupnya di dunia.
Dan ucapan  salam ke kanan dan ke kiri. Adalah penggambaran betapa kita kelak akan meninggalkan dunia dengan berpamitan kepada orang-orang terdekat kita. Baik yang di kanan, maupun kiri. Dan memberikan doa, semoga engkau diberi keselamatan. Selain itu ucapan salam ini merupakan simbol kembalinya dibuka hubungan manusia dengan manusia yang telah ditutup dengan gerakan takbiratulihram tadi terbukti setelah kita mengucapkan salam kita diperbolehkan berkomunikasi kembali dengan sesama manusia. Ttetapi tidak menutup hubungan manusia dengan Allah Swt sebab seluruh gerakan dalam sholat tadi setelah diketahui filosofinya harus diwujudkan dalam kontek kehidupan sosial (Innaa sholata tanha ‟anil fakhsyai wal munkari).
Disaat asyik mendengarkan paparan Cak Nur tersebut datanglah pelayan restauran menghidangkan makanan. Maka kami pun berjamaah menyantapnya.
Dari perbincangan tadi jika boleh penulis tarik benang merahnya. Maka tujuan sholat adalah : 1. Supaya manusia menyembah, tunduk dan patuh hanya kepada  Allah Swt  saja. (Laa Ilaaha illa anaa fa‟budnii = Toha : 14) 2. Supaya manusia senantiasa ingat kepada Allah Swt  yang memberi hidup dan kehidupan. (Wa aqiimishsholata lidzikri = Toha : 14). 3. Supaya manusia terhindar dari perbuatan keji dan munkar. (Innashsholata tanha anilfakhsya wal munkar = Al-ankabut : 15). 4. Supaya agama dan kalimah- kalimah Allah tetap tegak dan hidup di muka bumi ini. (Ashsholatu ”Imaduddin = al- Hadits). 5. Pembeda antara seorang Muslim dan seorang kafir (Alfarqu bainal muslimi wal kaafiri tarkushsholati = al-Hadits, Man taroqashsholata zihaaroon faqod kafaro = al-Hadits)

Oleh karena itu, kita harus menjadikan sholat dan doa sebagai senjata. Ada sebuah kepasrahan yang kurang bisa kita maknai pada sholat kita. Dalam ibadah kita. Dan dalam keseharian kita. Terkadang sholat kita tidak berdasarkan kesadaran dan kepasrahan kepada Allah Swt. akan tetapi terkadang seolah ada keterpaksaan dalam melaksanakan
sholat, bahkan yang lebih ironisnya seolah ada keterpaksaan oleh situasi dan kondisi yang yang dianggap menekannya, contoh bila di rumah seolah ada keterpaksaan dari orang tua nya (bisa kita rasakan sewaktu kita kecil), bila di kantor seolah- olah ada keterpaksaan dari pimpinannya. Padahal justru sholat merupakan kebutuhan pokok bagi kita dan kemestian bagi kita, tidak lagi merupakan kewajiban yang terkadang dibayangi oleh keterpaksaan. Pasrah pada keputusan-Nya. Dan percaya bahwa Ia tidak akan memberikan kejadian yang hanya akan menyulitkan kita. Karena hanya Dia yang paling mengerti kita sebagai pencipta kita. Dan hanya Dia yang sudah menyiapkan penyelesaian terbaik untuk kita. Kita pun berpasrah diri pada-Mu. Hanya kepadamu kami mohon pertolongan. Hanya kepadamu kami bermunajat. Dan hanya kepadamu kami minta perlindungan.

Ya Allah. Kami mengadu kepada-Mu. Kami bersujud di hadap-Mu. Dengan segala kesalahan dan dosa kami. Kami mohon ampun kepadaMu.
Demikian semoga catatan ini bermanfaat bagi kita semua, dan menjadi amal sholeh bagi kita yang bersungguh- sungguh dalam memaknai dan memahami sholat kita dalam kontek kehidupan sosial kita. Aquulu Qauli Haadza Wa Astagfirullaahi Lii Wa Lakum Wassalaamu‟alaikum Wr. Wb.  

Saturday, 19 October 2013

Two Tower


Mumpung lagi Ga Ada tugas yang harus posting
dan kebetulan malam minggu pula.
biar blog ga kosong juga...



Ketika menyaksikan film fantasi macam Lord of The Ring, orang2 boleh jadi ngeri saat melihat Mount Doom, gunung berapi yang dikuasai oleh Sauron. Itu film fantasi, jadi ya begitulah.
Tapi di dunia nyata, tidakkan orang2 mulai memahami kalau kita punya Mount Doom yang sebenar2nya. Di dekat rumah kita, perlahan tapi pasti, mulai meninggi, sebuah gunung yg disebut seluruh dunia dengan sebutan super volcano.

Tahun 1883, ketika meletus, gunung ini hanya setinggi 798m, tapi di perutnya yang berada di dalam laut, menggelegak magma dahsyat. Suara letusan gunung ini di tahun tersebut sampai ke Perth, Australia, 3.000 Km selatan Bumi, dan hingga ke Mauritius, 4.000 Km. Langit bumi menjadi gelap, suhu udara turun, dunia berubah sesaat setelah letusan terjadi. Jika bom atom yg dilepaskan ke Hiroshima kekuatannya adalah 1, maka saat gunung ini meletus, kekuatan letusannya 13.000 x dari bom atom itu.

Tahun 1883, hanya ada 978 juta penduduk bumi, korban jiwa yang tercatat ketika letusan ini terjadi adalah 36 ribu orang lebih. ratusan desa, kota di sekitarnya hancur. Bukan hanya karena letusan, tapi oleh tsunami setinggi puluhan meter yang menyapu seluruh pesisir ratusan kilometer dari ledakan gunung. Dahsyat sekali ledakannya, jika seseorang berdiri 16 km dari gunung tersebut saat meletus, dia otomatis tuli karena suaranya. Butuh 5 tahun lebih hingga suhu bumi kembali normal.

Saat meletus, pulau tempat gunung ini berada hancur, apalagi gunungnya, hilang. Tapi tahun 1927, anaknya telah kembali, tumbuh 9 meter. Tahun 1933, tumbuh jadi 67 meter, tahun 1960 menjadi 138 m, tahun 1992 menjadi 250 m, dan tahun 2012, sdh tumbuh menjadi 813 meter. Gunung ini sudah lebih tinggi saat dulu meletus di tahun 1883.

Jika kalian punya waktu, silahkan membaca tentang gunung ini, Gunung Krakatau (Krakatoa), silahkan berselancar di dunia maya. Mau tahu atau tidak, mau peduli atau tidak, gunung ini akan terus tumbuh, menggeliat. Tahun 2012 meletus dengan skala kecil, melepaskan sebagian energinya. Tahun2 depan juga akan terus meletus, terus melepaskan energinya. Entah hingga kapan, ketika akhirnya energi besar itu tidak cukup dilepaskan sedikit2, tapi sekaligus, dengan letusan yang lebih besar. Apakah gunung ini akan meledak dahsyat? Saya tidak tahu. Tapi siklus alam adalah keniscayaan. Manusia tidak bisa memprediksinya, tapi hukum alam adalah keniscayaan.

Saya hendak 'bergurau', tapi ini serius. Jika negeri kita ini semakin rusak, negeri ini semakin kacau, dan tidak ada lagi yang tersisa orang2 peduli, maka mudah saja alam menghabisi kita. Meletus saja gunung Krakatau persis seperti 1883, seratus tahun lebih silam, maka itu sudah cukup untuk menghabisi kita. Sekali pukul, Banten, Jakarta, Lampung, Jawa Barat, langsung runtuh.

Sekali pukul, meletus, diikuti dengan gempa dahsyat, Jakarta bisa rata. Catat baik2, Hiroshima hancur oleh satu bom atom saja. Krakatau meletus dengan kekuatan 13.000 x bom atom Hiroshima, maka meski jarak Jakarta setidaknya 150 KM dari gunung ini, dampak letusan itu lebih dari cukup. Dan ingat baik2, suara letusan gunung Krakatau 1883, terdengar hingga 4000 KM jauhnya. Langit bumi menjadi gelap.
Kita tidak bisa mengalahkan alam. Sesombong apapun kita.






*Tere Liye