This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Sunday, 19 October 2014

mari kita lanjutkan

Oleh Allah diberi kesempatan melihat jam, tepat 19:24.
Saya ingat, angka ini begitu memilukan, angka bukan sekedar angka. Tetapi, angka ini bermakna:


Sebuah angka tahun kemunduran pemikiran paling mendalam yang dialami oleh kaum Muslim. Tepatnya, -hendaknya diingat- 3 Maret 1924 M, adalah tanggal dihilangkan dan dibubarkannya Pemerintahan Islam terakhir yang berpusat di Istanbul, Turki.

Wahai Kaum Muslim, tidakkah hatimu bergemuruh, tidakkah darahmu serasa mendidih melihat hukum-hukum Allah terbengkalai dan tak bisa diterapkan secara kaffah karena ketiadaan khilafah sejak saat itu?




by : Iskandar Saiful Badran

Thursday, 25 September 2014

Bait-Bait terindah


Tentunya kalian semua sudah tidak asing lagi dengan kata Cinta..? benar bukan..?
Semua dari kita pasti tau apa itu cinta..?
Bahkan yang tidak tau sekalipun pasti dapat merasakan atau paling tidak pasti dapat efek atau syafaat dari cinta itu sendiri..
Apa sih yang kalian lakukan kalo kalian lagi jatuh cinta..? Hayoo.? Ngaku….
Dari yang smsan sampek nulis puisi tentang seseorang yang di cintai trus di posting di fb deh..
Macem-macem deh pokoknya …
Tapi ngomong-ngomong cinta itu apa sih….? Hayo ..? ada yang bisa mendefinisikan cinta secara detail dan terperinci ga..?
Taukah kalian, sesunggahnya ga akan pernah ada seseorang yang bisa menjelaskan apa itu cinta sehingga orang lain dapat menerima penjelasan itu dengan akal sehatnya…
Kerna memang cinta itu keajaiban yang …..
Yang ajaib heehehehe
Eh kalian pernah baca tentang kisah cinta yang terkenal belom..? tapi bukan yang terkenal di Box office looo..
Kisah kisah cinta ini terkenal di dunia islam,, iyalah,, penulisnya aja Ulama’ bukan sutradara.. hehehehe
Seperti kisah Cintanya Nabi Muhammad kepada umatnya,, Kisah Cintanya Siti Robiah Al-Adawiah kepada Tuhanya, satu lagi yaitu kisah cintanya Laila sama Qais Al-Majnun dll….
Kalo yang satu ini , kisahnya ga begitu terkenal, tapi pemberiannya kepada yang dia cintai itu yang terkenal banget,,

Sumpah,, kata-katanya itu bikin nangis :’( , buat kalian yang di pesantren atau pernah di pesantren biasanya udah ga asing lagi sama bait-bait ini..
gimana kalian udah hafal belum..? konon katanya bait-bait puisi ini susah di hafal lo..?

Iya sih,, aku aja baru hafal dikit :p hehehe

Langsung aja deh,,

Beliau adalah Imam al-Busiri, kecintaan beliau kepada Sang Khalik menumbuhkan rasa cinta yang mendalam pula kepada Nabinya..

Subhanallah, beliau Imam al-Busiri menterjemahkan kehidupan Nabi Muhammad saw kedalam bentuk bait-bait puisi yang sangat indah. Dengan bahasa yang sebegitu indah, Imam al-Busiri telah berhasil menanamkan kecintaan dan kasihnya umat Islam kepada Junjungan Besar Nabi Muhammad saw dengan lebih mendalam. Berikut saya ceritakan kisah singkat awal mula terkenalnya Qasidah-qasidah beliau ..

bermula ketia Imam al-Busiri tiba-tiba jatuh sakit dan diserang penyakit Syalal (lumpuh). menurut catatan ahli tarikh, beliau lumpuh separuh badan. Tabib-tabib yang terkemuka gagal mengubat penyakitnya. Dalam keadaan kesakitan dan tidak berdaya, Imam al-Busiri mengarang qasidah yang berkaitan dengan Nabi Muhammad saw. Qasidah-qasidah ini disusun dengan begitu indah dan diulang-ulang oleh Imam al-Busiri. Kemuncaknya,pada satu malam ketika Imam al-Busiri tertidur, beliau bermimpi melagukan qasidah-qasidah yang dikarangnya di hadapan Baginda Rasulullah saw sendiri. Rasulullah saw dalam mimpi tersebut begitu gembira dan menyukai qasidah tersebut, lantas baginda mengusap muka Imam al-Busiri dengan kedua-dua tangan baginda yang mulia. Rasulullah saw turut menyentuh bahagian tubuh Imam al-Busiri yang lumpuh dan memakaikan Imam al-Busiri dengan burdah baginda.

Ketika beliau tersedar dari mimpi tersebut, Imam al-Busiri mendapati beliau tidak lagi lumpuh! Imam al-Busiri dengan segera keluar dari tempatnya untuk menceritakan kisahnya kepada orang lain. Beliau bertembung dengan seorang pemuda yang bertanya kepadanya, “Syeikh, bawakan kepadaku qasidah-qasidah yang telah kau karang tentang Nabi SAW.” Terkejut dengan permintaan pemuda tersebut, Imam al-Busiri bertanya, “Dimanakah anda mengetahui tentang qasidah yang kukarang? Aku tidak pernah menceritakannya mahupun melagukannya kepada sesiapapun!!” Jawab pemuda tersebut,“Aku bermimpi malam tadi bahawa Nabi SAW didendangkan dengan qasidah-qasidah yang cukup indah yang memuji baginda. Aku lihat baginda begitu gembira dan menyukai qasidah tersebut dan memakaikan pakaian baginda (burdah) kepada orang yang melagukan qasidah tersebut…Dan aku melihatmu dalam mimpiku!”



Sejak saat tersebut, Qasidah Burdah yang dikarang oleh Imam al-Busiri menjadi masyhur. Anak-anak Islam pada zaman silam diajarkan tentangnya dan menjadi nasyid harian. Malahan ramai di antara ‘ulama Islam seperti Ibnu Hajar Haithami yang menganggap harus untuk mempelajari qasidah ini bagi penuntut-penuntut ilmu Islam bagi memupuk kecintaan terhadap baginda Rasulullah SAW.

Qasidah Burdah karya Syaikh al-Bushiri, adalah salah satu karya sastra Islam paling populer. Ia berisikan sajak-sajak pujian kepada Nabi Muhammad Saw. yang biasa dibacakan pada setiap Bulan Maulid Rabiul Awal, bahkan di beberapa belahan negeri Islam tertentu, Burdah kerapkali dibacakan dalam setiap even.

Awalnya, al-Bushiri memberi nama karyanya ini dengan nama kasidah Mimiyah, karena bait-bait sajaknya diakhiri dengan huruf Mim, selanjutnya kasidah ini dikenal dengan kasidah Baraâah, sebab menjadi cikal bakal sembuhnya sang pujangga dari kelumpuhannya. Hanya saja nama kasidah Burdah lebih populer di kalangan umat Islam dibanding sebutan yang lain.

Qasidah Burdah terdiri atas 162 sajak dan ditulis setelah al-Bushiri menunaikan ibadah haji di Mekkah. Dari 162 bait tersebut, 10 bait tentang cinta, 16 bait tentang hawa nafsu, 30 tentang pujian terhadap Nabi, 19 tentang kelahiran Nabi, 10 tentang pujian terhadap al-Quran, 3 tentang Isra Miraj, 22 tentang jihad, 14 tentang istighfar, dan selebihnya (38 bait) tentang tawassul dan munajat.

Qasidah Burdah telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia; seperti Persia, India, Pakistan, Turki, Urdu, Punjabi, Swahili, Pastun, Indonesia, Sindi dan lain-lain. Di Barat, ia telah diterjemahkan antara lain ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia.

Qashidah Burdah ini tersebar ke seluruh penjuru bumi dari timur ke barat. Bahkan disyarahkan oleh sekitar 20 ulama, diantaranya yang terkenal adalah Imam Syaburkhiti dan Imam Baijuri.



Oke,, kalo penasaran langsung aja download Syairnya Qasidah Burdah(dengan terjemahnya)
Kalo mau mp3nya yang versi Sulis silahkan download disini
Kalo mau mp3nya yang Versi wafiq azizah disini
tp mp3nya ga full, kalo mau yang full disini

Sunday, 31 August 2014

hai-anak-anak-pesantren-cuma-kalian-yang-paham-hal-hal-ini


 
Apa yang terlintas di kepalamu ketika mendengar kata “pesantren” atau “sekolah berasrama”? Jadwal ketat, banyak aturan, guru galak — mungkin itu cuma beberapa dari ribuan selentingan yang pernah kamu dengar. Tapi tahu nggak? Di balik segala selentingan itu, sekolah di pesantren juga akan memberikanmu bunga rampai pengalaman berharga. Banyak dari pengalaman ini yang nggak akan terpikirkan — apalagi dirasakan — oleh mereka di sekolah reguler.

Dalam artikel ini, Hipwee bakal “memuntahkan” segala cerita soal suka-duka anak pesantren dan sekolah berasrama. Nggak cuma buat alumni boarding school aja, lho. Kamu yang notabene pergi ke sekolah “biasa” pun bisa menikmatinya…



1.Pas Baru Datang di Hari Pertama, Kamu Excited Banget!!

Gak ada lagi deh yang bakal nyuruh kamu bersih-bersih rumah atau ngomelin kamu pas telat pulang sekolah. Gak ada juga yang namanya rebutan remote TV sama adik atau kakak, atau terpaksa keluar rumah buat beliin Ibuk titipannya di toko sebelah rumah. Pokoknya, kamu bebas dari segala drama di rumah, atau aturan yang diberlakukan orang tua. Yang ada di pikiranmu? Ya cuma satu:

Aku bebaaaaaaaas!! \(^o^)/




2. Tapi Beberapa Jam Kemudian…

Ketika seluruh barang milikmu sudah ditaruh Ibu di lemari, dan ketika kamu sudah dipertemukan dengan wali kamarmu (biasanya sih kakak kelas atau ustadz/ustadzah), keluargamu pun pamit buat balik ke rumah.

Tiba-tiba kamu merasakan sesak di dadamu. Adegan berikutnya: kamu melambai-lambaikan tangan ke mobil yang membawa orangtuamu, padahal mobilnya sudah tidak terlihat lagi.

Lalu kamu sadar kamu sendiri.

Sebatang kara.

SENDIRI.

HAHA.





3. Keesokan Harinya, Bantal Kamu Basah…Karena Air Mata
Bantal nangis
Bantal nangis via rlv.zcache.ca

Kamu masih belum move on juga dari rumah. Kamu teringat makanan favoritmu, kasurmu, koleksi Gundammu, acara tivi favoritmu, dan semua hal yang terpaksa kamu tinggalkan di rumah.





4. Tapi di Depan Guru dan Teman-Teman, Kamu Bakal Pasang Sikap!
Biarpun aku jauh dari orantua, aku enggak terpuruk!!
Biarpun aku jauh dari orangtua, aku enggak terpuruk!! via dianpelangi.com

“Tadi malem di kamar ini ada yang nangis gitu…itu kamu, ya?”
“Ah, nggak kok! Tadi malem aku tidurnya cepet, kali…”
Biarpun nangis semalaman, kamu harus jaga image sebagai anak yang kuat. Malu dong, udah gede masih nangis!!

#SIKAP





5. Yaahh…Walaupun 3 Jam Kemudian, Pertahananmu Jebol Juga Sih
Huuu sediihh
Huuu sediihh via www.boyolalipos.com

Pada akhirnya jiwamu memang serapuh remah-remah rempeyek.





6. Pas Bangun di Pagi Berikutnya, Kamu Berharap Yang Membangunkanmu Adalah Ibunda
Ibuuuu!!!
Ibuuuu!!! via www.tribunnews.com

Biasanya, kamu kesal kalau disuruh bangun pagi oleh Ibu. Pas kamu di pesantren, semuanya berubah!





7. Eh, Yang Bangunin Kamu Malah Ini:
Yang bangunin malah kayak gini...
Yang bangunin malah kayak gini… via www.kaskus.co.id

Kamu cuma bisa teriak dalam hati: “DOSA APA AKU SELAMA INI??!!”

Itu di dalam hati. Di mulutmu, kamu harus senyum sambil bilang:

“Sobahul khair, Ustadz!!!”
Catatan: “sobahul khair” = “selamat pagi”





8. Pas Kamu Ngeliat Jam, Ternyata Masih Jam….
Masih jam 3 pagi..
Masih jam 3 pagi.. via www.ghosthuntingtheories.com

WTF. Tapi, kamu tetap harus bangun buat sholat tahajud.

10. Setelah Tahajud, Kamu Gak Boleh Tidur Lagi Karena Harus Tadarus Sampai Waktu Sholat Subuh
Ayo tadarusan, biar nambah pahala
Ayo tadarusan, biar nambah pahala via www.flickr.com

Lagi-lagi kamu cuma bisa teriak dalam hati: “DOSA APA AKU SELAMA INI!!”







11. Setelah Sholat Subuh, Perjuanganmu Pun Dimulai…Dari Kamar Mandi!!
Antri ya!! jangan pake nyerobot!!
Antri ya!! jangan pake nyerobot!! via vitabath.wordpress.com

Antriannya panjang banget. Bayangin aja, satu lantai cuma ada 10 bilik kamar mandi. Padahal jumlah muridnya ada berapa di satu lantai?

Mau gak mau, kamu harus nge-take kamar mandi dari malam sebelumnya. Gimana caranya? Naruh gayungmu di depan pintu kamar mandi! ^.^





12. Begitu Selesai Belajar di Sekolah, Kamu Malah Disuruh Hapalan Sampai Maghrib
Udah boleh balik ke asrama belum?
Udah boleh balik ke asrama belum? via flikkenni.blogspot.com

Hapalan surat, hapalan hadits, hapalan kosakata bahasa arab, hapalan kata mutiara, pokoknya hapalan-hapalan yang susah masuk otak gitu deh….dan itu harus kamu lakukan setiap hari.

Tapi kalo nama-nama anak yang cakep di asrama sebelah sih, hapal semuanya.

13. Kalau Berani Kabur Dari Jadwal? Bakal Kena Hukum!!
Ampun Paakkk!!
Ampun Paakkk!! via hiburan.kompasiana.com

Kalau kamu punya nyali, kamu bisa aja mangkir dari jadwal yang udah ditentukan. Tapi siap-siap aja sama konsekuensinya kalau ketahuan.





14. Perjuangan Kamu Berikutnya Adalah… Merelakan Handphonemu “Dititipkan”
Dilarang membawa handphone ke asrama!!
Dilarang membawa handphone ke asrama!! via hackersphere007.blogspot.com

Dalam rangka mencerdaskan para santri-santrinya, pesantren kamu menerapkan kebijakan untuk tidak boleh membawa handphone dengan alasan agar para santrinya lebih konsentrasi dalam belajar. Kalau sudah terlanjur bawa? Silahkan dititipkan kepada guru asrama tercinta.





15. Dan Komikmu
Ini gak boleh!! Belajar!!
Ini gak boleh!! Belajar!! via www.citymanga.com

Gak boleh, nanti malah baca komik bukannya belajar.





16. Dan Majalahmu
Gak boleh dibawa masuk asrama!!
Gak boleh dibawa masuk asrama!! via avianazz.wordpress.com

Ini juga gak boleh, karena banyak gambar yang mengumbar aurat



17. Dan……….Lhoo…Kok Jadi Semuanya?
Laptopnya serahin juga ya?!
Laptopnya serahin juga ya?! via www.theverge.com

Celana skinny (Disita karena karena ketat!), mie instan (Biar gak kebanyakan MSG), uang saku yang melebihi jumlah maksimum (Biar gak kecurian), iPod (Biar makin konsen belajar!!), Laptop (Gak perlu bawa!! Di sekolah ada komputer!!) Semuanya terpaksa kamu serahkan ke ustadz, ustadzah, wali kamar, atau guru asramamu. Dan kamu cuma bisa pasrah melihat barang-barang itu dibawa oleh mereka.

Rasanya pengen banget teriak: “KOSONGKAN SAJA KOPER SAYA!! KOSONGKAN!!”





18. Untuk Pertama Kalinya Dalam Hidupmu, Kamu Merasakan Yang Namanya Antri di Wartel
Mau nelfon??
Mau nelfon?? via kartuas.telkomsel.com

Kalau biasanya kamu berkomunikasi menggunakan handphone, kamu malah harus repot-repot antri di wartel asrama kalau mau ngomong sama orang tua. Itu pun juga dibatasin waktunya sama penjaga wartel asrama, biar semua anak bisa dapat giliran.





19. Di Awal Tahun Ajaran, Perawatan Wajib Untuk Rambutmu Adalah Shampo, Kondisioner, Masker Rambut, Dan…..
Perawatan wajib anak pesantren
Perawatan wajib anak pesantren via obatkuturambut.com

Punya Peditox itu ibarat sholat 5 waktu, berdosa kalau gak dilakukan. Kalau bolong sholat dosanya adalah masuk neraka, gak punya Peditox dosanya adalah kutuan.





20. Di Pesantren, Kamu Harus Berjuang Untuk Menghadapi Seniormu
Gue lebih ganteng dari lo!! Jangan macem-macem sama gue!!
Gue lebih ganteng dari lo!! Jangan macem-macem sama gue!! via www.indonesianfilmcenter.com

Senior kamu gak pernah ngegencet adik kelas sih, tapi kelakuan ngeselin mereka adalah mereka suka ngejahilin kamu, nyuruh-nyuruh kamu buat beliin atau ngelakuin sesuatu, atau nyinyirin kamu di depan mukamu. Eh, ini sama aja ngegencet ding, hehehehe…





21. Kamu Juga Dapat “Hiburan” Berupa Cerita Horor Dari Seniormu.
Nanti malam saya datang ke kamarmu
Nanti malam saya datang ke kamarmu via fewinfo.blogspot.com

Senior: “Dulu di asrama ini, ada yang mati gantung diri karena dihamilin pacarnya!”
Kamu: (Dengan muka ketakutan) “Be… beneran Kak? Gantung diri dimana?”
Senior: “Iyalah beneran, ngapain gue ngibul?! Di kamar 301, eh itu kamar elo ya?”
Alhasil, kamu pun jadi gak bisa tidur semalaman. Sedangkan senior kamu? Hanya ngeloyor pergi dengan wajah penuh kemenangan tanpa dosa.

*Baca ayat kursiy biar gak diganggu setan.*





22. Tapi Gak Jarang Juga, Kamu Malah Kakak-Adekkan Dengan Seniormu.
Kami kakak adek ketemu gede, terus bikin girlband
Kami kakak adek ketemu gede, setelah lulus langsung bikin girlband via ussiy01.blogspot.com

Memang sih, seniormu nyebelin. Tapi, gak jarang juga kamu jadi punya kakak ketemu gede pas di pesantren.





23. Tinggal di Pesantren Membuat Kamu Punya Prinsip Hidup “One for All, All for One” Kayak The Three Musketeers, Terutama Dalam Hal…
a. Paket Makanan
Dalam sehari langsung habis
Dalam sehari langsung habis via www.hampergifts.co.uk

Kamu mendapatkan kiriman makanan satu kardus penuh dan itu harus dibagikan ke teman-teman satu lantai kamu. Iya, satu lantai bukan satu kamar. Sebenernya sih enggak pa-pa kalau enggak kamu bagi ke teman kamu, tapi ya gak enak aja. Alhasil, kiriman makanan yang awalnya buat cadangan cemilan kamu satu bulan jadi bakal habis dalam waktu satu jam.

b. Penyakit
Aku sakit, nanti kalian ketularan
Aku sakit, nanti kalian ketularan via suara.com

Satu hari teman kamu sakit flu, 5 hari kemudian hampir satu lantai terkena flu. termasuk kamu. Tinggal di asrama bikin kamu gampang tertular penyakit, karena selalu tinggal bersama selama 24 jam. Jadi kalau ada satu yang sakit, bakal kena sakit semuanya.

Penyakit gak menular pun entah kenapa juga “bakal jadi penyakit menular”. Contoh: Teman kamu ada yang harus operasi gigi karena gigi gerahamnya tumbuh gak bener. Beberapa hari kemudian, ada teman kamu — paling gak 2 sampai 3 orang — yang mengalami hal sama. Aneh tapi nyata. Intinya, murid-murid asrama selalu berbagi, baik dalam hal kebaikan maupun keburukan.





24. Bagi Kamu, Keluar 5 Langkah dari Gerbang Pesantren Adalah Kebebasan Tiada Tara.

Walau cuma ke fotokopian atau mesin ATM yang letaknya di depan gerbang masuk pesantren, kamu udah seneng banget bisa lepas dari aturan asrama. Kalau bisa memilih, kamu lebih milih buat tinggal di tempat fotokopian atau ATM aja deh daripada tinggal di asrama.





25. Anak di Sekolah Reguler Excited Ketemu Temannya di Pagi Hari, Hal Ini Gak Berlaku Buat Kamu

Karena selalu ketemuan selama 24 jam dengan teman-temanmu, kamu bosan melihat muka mereka. Alhasil, pagi hari bukan kamu sambut dengan menyapa teman-temanmu tapi dumelan berupa “Elu lagi, elu lagi!” dengan ekspresi bosan.

#YAWN





26. Entah Kenapa, Kamu Selalu Tidur Di Dalam Kelas…
Tidur yuk!!
Tidur yuk!! via cairudin.blogspot.com

Tiap hari, pasti bakal adaaaa aja saat dimana kamu terlalu ngantuk buat merhatiin pelajaran.

Ah, Allah-ku, apakah ini karena hambamu selalu sholat tahajud tiap hari? *merenung*


27. Gak Cuma Itu Aja, Kamu Juga Bosan Sama Menu Makanan di Dapur.
Bener nih, kamu gak mau makan?
Bener nih, kamu gak mau makan? via desimasterchefindonesia.wordpress.com

Makanannya sendiri sebenarnya enak-enak aja. Tapi karena dimasaknya berulang-ulang dan bertahun-tahun selama hidup kamu di asrama, akhirnya kamu bosen juga. Apalagi, makananmu juga selalu harus habis (kalau kamu nggak mau dihukum). Sumpah, kayaknya satu-satunya cara biar kamu gak bosan sama makanan di pesantren adalah direktur pesantrenmu harus ngerekrut Farah Quinn atau Chef Arnold




27. Akhirnya, Kamu Pun Terpaksa Harus Nyelundupin Makanan…
Ayam goreng dari surga
Ayam goreng dari surga via ayamgorengkremesmasgeong.wordpress.com

Kalau anak-anak di sekolah reguler bakal nyelundupin hal-hal seperti rokok, lintingan ganja, atau bir, kamu dan teman-temanmu bakal sangat bahagia kalau bisa nyelundupin….

AYAM GORENG.



28. Emang Kok, Setelah Sekian Lama Tinggal di Pesantren, Kamu Bakal Punya Skill Layaknya Macgyver.
Kreatif kayak Macgyver
Kreatif kayak Macgyver via www.tuxboard.com

Sebagian besar hiburan kamu adalah barang-barang yang dilarang masuk asrama. Alhasil, kamu harus pintar-pintar menyelundupkannya ke asrama kamu. Di awal semester mungkin kamu sering ketahuan, tapi di semester berikutnya, kamu udah jadi ahli kayak penyelundup beneran.

Sayangnya, kamu tetap nggak bisa nyelundupin pacar.





29. Akhirnya Kamu Tahu Cara Biar Tetap Bisa Bawa HP di Asrama…
HP-mu nggak bakal pernah disita lagi!
HP-mu nggak bakal pernah disita lagi! via ptcindonesia.com

Contoh: Mengecoh guru asrama biar bebas bawa handphone. Bawa aja 2 handphone! Yang satu kamu titipkan, dan yang satu kamu simpen





30. Dan Kamu Tahu Cara Masak Mie Pakai Setrika
Masak mie pakai setrika
Masak mie pakai setrika via bramandityo.kedaiko.de

Kalau mau masak mie instan tapi terlalu malas untuk masak ke dapur, pakai aja setrika panas yang dibalik. Tinggal taruh panci yang sudah diisi air di atasnya, terus masak mie kayak biasa.

Skill di atas adalah hal tak ternilai, dan belum tentu kamu dapatkan kalau kamu masuk ke sekolah reguler.





31. Selama di Pesantren, Kisah Cintamu Tidak Akan Pernah Direstui…Oleh Gurumu
Kisah cintaku seperti romeo dan juliet... hiks
Kisah cintaku seperti romeo dan juliet… hiks via www.scienceofrelationships.com

Pacaran itu hukumnya haram di mata ustadz atau guru asrama kamu. Ini karena pacaran bisa berujung pada perzinaan. Alhasil, pihak pesantren pun membuat aturan yang melarang kalian pacaran. Kalian terpaksa menjalani hubungan cinta yang terlarang dengan resiko disuruh putus, orangtua kamu dipanggil, atau paling parah, dinikahin.

Kalau hukumannya harus nikah sih mending lanjutin aja pacarannya.

Mau cari pacar di luar pesantren? Silahkan aja, tapi yakin bakalan dapet? Buat ke warung depan gerbang aja kamu harus pakai surat izin!







32. Akhirnya, Kamu Pun Pacaran Lewat Surat
Surat cinta
Surat cinta via www.moreloveletters.com

Ceritanya, kamu punya pacar yang satu pesantren sama kamu. Karena kalian kebetulan nggak megang handphone, cara komunikasimu dengan dia pun menyerupai cara pacaran ibu dan ayah kalian. Kalian saling kirim surat.

Untuk mengirimnya pun penuh perjuangan! Kamu harus diem-diem menaruh surat itu di suatu tempat rahasia sebelum diambil sama pacarmu. Atau, kamu akan diam-diam memberinya saat ketemu dia di kegiatan dimana santri cewek-cowok bisa kebetulan bercampur. Romantis, ya. Hahaha.





33. Tinggal Di Pesantren, Baju-Baju Kamu Jadi Punya Nama
Bajuku bernama
Bajuku bernama via domesticgoddesque.com

Bukan, bukan karena kamu sayang dengan baju kamu. Ini biar bajumu gak ketuker aja sama punya teman pas di tempat laundry. Bajumu ditulisi nama dengan menggunakan spidol atau sulaman, dan ini bikin kamu malu setengah mati kalau sampai ada orang yang melihat.





34. Pas Dikunjungi Orangtua, Kamu Bahagia Banget


Karena bisa melepas rasa rindu. Dan pastinya kamu bakal dibawain oleh-oleh sama mereka.





35. Dan Pas Lagi di Rumah, Kamu Ogah Buat Balik Lagi


Udah betah di rumaaahhh!!!! Nggak mau balik ke penjara suci lagi! (Iyuuwwh….penjara suci…)





36. Kamu Sering Banget Disangka Bakal Jadi Teroris Setelah Masuk Pesantren
Dikira teroris
Dikira teroris via jafrianews.files.wordpress.com

Sejak kejadian bom Bali tahun 2002, nama pesantren menjadi tercoreng karena sebagian pelakunya mengatasnamakan dirinya sebagai lulusan pesantren. Gara-gara ini, banyak orang khawatir kamu langsung jadi teroris begitu begitu kamu lulus.

Teman: (Dengan muka sumringah) “Apa kabar bro? Di SMA mana sekarang?”
Kamu: “Gue? Di Al-Madani.”
Teman: (Mukanya langsung asem)
Kamu: “Kenape lo, muka lo kok jadi gak enak gitu?”
Teman: “E..elo gak akan ngerakit bom kan? Lo gak akan nge-bom kan?”
Kamu: (Cuma bisa bengong, karena selama ini kerjaanmu cuma nyelundupin ayam goreng dan bikin mie pakai setrika)




37. Sering Juga, Orang Menganggap Kamu Anak Super Alim
Biar anak pesantren tapi tetep gaul dong!!
Biar anak pesantren tapi tetep gaul dong!! via www.kapanlagi.com

Suatu hari di bulan puasa…
Kamu: “Wiihh, udah banyak film baru nih!! Nonton yuk, mumpung gue belum balik ke pondok!!”
Temen: “Beneran lo mau nonton? Gue kira elo mau i’tikaf biar dapat lailatul qadar.”
Dengan kurikulum agama yang lebih padat dan kegiatan ibadah yang seabrek, orang mengira kamu jadi anak alim begitu di pesantren. Kerjaannya cuma ngaji, nggak mau salaman sama lawan jenis, dan zuhud, alias meninggalkan segala kesenangan duniawi. Padahal, kamu juga masih suka nongkrong sama teman-teman kamu. Kamu pun masih punya jiwa muda yang suka coba-coba.





35. Orang Akan Dengan Polosnya Terkejut Waktu Tahu Kamu Masih Belajar IPA, Bahasa Indonesia, dan Matematika.
Untuk SMP *dan* MTs. Perhatiin tuh...
Untuk SMP *dan* MTs. Perhatiin tuh… via mahmudmath.blogspot.com

Temen: “Oh…lo juga belajar Matematika di pesantren? Kirain fokus belajar agama, gitu”
Kamu (dalam hati): “Ya iyalah gue belajar Trigonometri! Lo kira gue anak playgroup??”


36. Terlepas Dari Suka Dukanya, Kamu Tetep Bersyukur Pernah Hidup Sebagai Santri.
Temanku keluargaku
Temanku keluargaku via postinganbiasa.blogspot.com

Menjadi santri adalah pelajaran berharga. Kebebasan menggunakan HP, pacaran, atau keluar asrama tak akan sebanding dengan segala cerita yang telah kamu rajut selama di ma’had sana.

Setelah beberapa tahun ditempa, kamu tak hanya berkembang menjadi pribadi yang dewasa. Kamu pun menjadi lebih menghargai makna kebersamaan. Teman-teman yang kamu temui di pesantren bukan lagi cuma ‘teman’. Mereka adalah keluarga: pengganti ayah, ibu, dan sanak saudara yang begitu jauh di rumahmu sana.

Pesantren atau sekolah berasrama akan selalu jadi bagian dirimu. Setelah lulus sekalipun, kamu tidak akan pernah melupakannya. Kamu akan selalu menanti masa dimana kamu bisa kembali. Ketika memikirkan teman-temanmu yang dulu, kamu selalu ingin bersama-sama lagi.



Sekolah dimanapun pasti punya suka-dukanya tersendiri. Tapi setelah membaca artikel ini, tahu ‘kan apa aja pengalaman hidup yang belum tentu bisa kamu dapatkan di sekolah reguler? Akhirul kalam…wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh!

Tuesday, 19 August 2014

Pudarnya peran politik dari kalangan Ulama

Monday, 21 April 2014

Kartini Tanpa Konde

April identik dengan Hari Kartini. Seorang pahlawan wanita yang dianggap berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan Indonesia. Ya, walaupun istri dari RMAA Singgih Djojo Adhiningrat ini sudah meninggal 17 September 1904 silam, namanya tak ikut tenggelam. Gelar sebagai pejuang emansipasi membuatnya tak pernah mati.
Padahal—tanpa bermaksud menggugat jasanya—Kartini sejatinya ¨hanya¨ dikenal dari buku karya JH Abendanon berjudul ¨Door Duisternis Tot Licht¨ atau terjemahannya ¨Habis Gelap Terbitlah Terang¨ karya Armijn Pane. Apa yang dilakukan Kartini baru sebatas wacana, belum pada tingkatan aksi. Entahlah, jika tanpa bukti buku itu, apakah nama Kartini akan harum mewangi, atau bahkan layak menyandang gelar pahlawan sejati.
Pasalnya, aksi nyatanya di bidang pendidikan, politik atau sosial tak pernah terungkap. Barangkali karena umurnya yang pendek. Ya, belum usai gagasannya untuk memajukan pendidikan kaum perempuan, Allah SWT memanggil-Nya pada usia 25 tahun. Saat itu cahaya hidayah juga sedang menggelora berkat pertemuan singkatnya dengan KH Sholeh Darat.
Sepeninggal Kartini, barulah didirikan sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Sekolah itu bernama “Sekolah Kartini”.
Menyembunyikan Kodrat
Berkat jejak gagasannya berupa kumpulan surat kepada sahabat-sahabatnya, Kartini ditasbihkan sebagai ikon pejuang emansipasi. Ironis, gelar itu disematkan justru ketika buah pikirannya ditafsirkan jauh melenceng dari kehendak Kartini. Apa yang diperjuangkannya sangat bertentangan dengan nafas emansipasi itu sendiri.
Kartini sama sekali tidak hendak menyetarakan perempuan dengan laki-laki sama persis sebagaimana yang dipahami kebanyakan perempuan masa kini. Sebaliknya, Kartini menghendaki penguatan peran perempuan sebagaimana kodratnya sebagai ibu rumah tangga dan pendidik anak-anaknya di rumah.
Yang diinginkan Kartini adalah para perempuan mendapat akses pendidikan agar kelak mampu menjalankan kedua fungsi utamanya itu dengan sempurna. Hal ini tampak jelas dalam kutipan salah satu suratnya: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” ( Surat Kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).
Tapi lihatlah saat ini, pemikiran Kartini telah ditafsirkan kebablasan. Setelah akses pendidikan dimiliki kaum perempuan, mereka lantas menuntut lebih dari itu. Gelar, titel dan ijazah pendidikan tinggi telah menuntut perempuan untuk digaji berupa materi. Akhirnya kaum perempuan menyembunyikan kodratnya dan menyulap diri layaknya laki-laki, yakni bekerja demi materi.
Jika Kartini masih hidup, niscaya air matanya tak akan berhenti mengalir melihat kiprah perempuan masa kini yang semakin mengingkari fitrahnya.
Perempuan yang semakin malu mengakui profesinya sebagai ibu rumah tangga dan minder ḧanya karena tak bekerja. Perempuan yang enggan taat pada suaminya dengan alasan kesetaraan. Perempuan yang lebih bangga menjanda, menjadi single parent atau lajang mandiri. Perempuan yang dieksploitasi habis-habisan di berbagai lapangan kehidupan dengan mengabaikan tugas utamanya di rumah.
Teladan Inspiratif
Tanpa mengerdilkan jasa-jasa Kartini, rekam jejak perjuangan para shahabiyah dan Muslimah generasi terdahulu jauh lebih dasyat. Gagasan dan jasa-jasa mereka begitu membumi dan inspiratif. Tak akan ada habisnya mengisahkan keunggulan generasi Muslimah mulia itu.
Contohnya Khadijah ra. Perempuan cantik dan kaya raya ini banyak dilirik pembesar Quraish untuk dipersunting, namun lebih rela dinikahi pemuda miskin bernama Muhammad. Terkenalnya seorang Khadijah bukan karena kecantikan wajahnya, namun karena pengorbanannya yang demikian fenomenal dalam mendukung perjuangan dakwah Rasullulah SAW.
Sampai-sampai Rasul pun memuji: “Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan … darinyalah aku mendapatkan keturunan.” Begitulah Khadijjah, istri sejati, Muslimah yang dengan segenap kemampuan dirinya berkorban demi kejayaan Islam. Adakah perempuan masa kini yang menyamai pengabdiannya?
Begitupun Aisyah ra, salah seorang istri Nabi dan juga cendekiawan muda. Para sahabat banyak mendulang ilmu dari beliau. Aisyah dikenal cerdas dan pandai sehingga menjadikannya termasuk al-mukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadits). Muslimah yang wafat pada usia 63 tahun ini telah meriwayatkan 2.210 hadits dari Rasulullah SAW. Di antaranya, 297 hadits tersebut dalam kitab shahihain dan yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih 174 hadits. Duhai, adakah Muslimah masa kini yang mampu menandingi hafalannya di bidang hadits ini?
Adapula Asma binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentara Romawi pada Perang Yarmuk. Perang antara kaum Muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, terjadi pada 13 H/ 634 M. Dalam perang besar itu Asma binti Yazid bersama kaum Mukminah lainnya berada di barisan belakang laki-laki.
Mereka mengerahkan segenap kekuatan untuk menyuplai persenjataan, memberi minum, mengurus yang terluka, dan mengobarkan semangat jihad. Tak hanya itu, berbekal tiang kemah, Asma menyusup ke tengah-tengah medan tempur dan menyerang musuh yang ada di kanan dan kirinya, hingga berhasil membunuh sembilan tentara Romawi. Tak layakkah perempuan ini menjadi inspirasi bagi kejayaan perempuan masa kini?
Satu lagi adalah Fatimah, istri Khalifah Umar bin Abdul Azis. Ia rela menanggalkan kemewahan mengikuti jejak suaminya untuk hidup bersahaja karena takut kepada Allah SWT. Ya, sebelum menjadi Khalifah, mereka hidup berkecukupan. Namun karena takut korupsi atau memanfaatkan harta rakyat, Umar bin Abdul Azis menolak fasilitas negara.
Fatimah pun ikhlas hidup serba terbatas. Padahal ia punya pilihan jika tak ingin ikut menderita. Begitu sederhananya mereka, orang yang belum mengenal tidak menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat islam kala itu.
Dikisahkan, suatu hari datanglah wanita Mesir untuk menemui Khalifah. Sesampai di rumah yang ditunjukkan, ia melihat wanita cantik dengan pakaian sederhana sedang memperhatikan seseorang yang memperbaiki pagar rumah yang rusak itu.
Setelah berkenalan si wanita Mesir baru sadar bahwa wanita itu adalah Fatimah, istri sang Amirul Mukminin. Tamu itu pun menegur, “Ya Sayyidati…, mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki pagar rumahmu?” Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah Amirul Mukminin yang sedang engkau cari.¨ Subhanallah, hampir mustahil menemukan ¨Fatimah-Fatimah¨ seperti ini di zaman sekarang.

Oleh : Kholda Naajiyah (Udah dapet ijin copas)
https://www.facebook.com/Htiinfokom/posts/238227796380003:0

Syair Gus Dur (Tanpo Waton) dan Terjemah Bahasa Indonesia

"Bila nama besar Bung Karno tempoe doeloe –terutama di luar negeri– melebihi Indonesia atau katakanlah Indonesia adalah Bung karno dan Bung Karno adalah Indonesia, ada saatnya nama besar Gus Dur melebihi NU atau katakanlah NU adalah Gus Dur dan Gus Dur adalah NU."( Gus Mus )



Syair "Tanpo waton" atau yang lebih kita kenal sebagai syair "Gus Dur" ini disusun oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) –rahimahullah- dua bulan menjelang beliau wafat. Dari sumber lain juga disebutkan bahwa sebenarnya syair ini di ciptakan oleh hadratus syeikh Hasyim Asy'ari (Kakek Gus Dur) yang kemudian di kumandangkan lagi oleh Gus Dur. Isi syair berbahasa jawa ini sarat dengan nilai-nilai spiritual yang sangat patut kita resapi makna dibaliknya.


Berikut adalah isi syair Gus Dur (Tanpo Waton) yang sudah saya lengkapi dengan translete(terjemah)nya dalam bahasa Indonesia dibagian bawah. Untuk file mp3-nya bisa didownloaddisini:


ا ستغفرالله رب البرايا # استغفرالله من الخطايا
رب زدني علما نافعا # و وفقني عملا صالحا
يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم

Ngawiti ingsun nglaras syi'iran # Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan # Rino wengine tanpo pitungan

Rino wengine tanpo pitungan...

Duh bolo konco priyo wanito # Ojo mung ngaji syare'at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco # Tembe mburine bakal sangsoro

Tembe mburine bakal sangsoro...

Akeh kang apal Qur'an Haditse # Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke # Yen isih kotor ati akale

Yen isih kotor ati akale...

Gampang kabujuk nafsu angkoro # Ing pepaese gebyare donyo
Iri lan meri sugihe tonggo # Mulo atine peteng lan nisto

Mulo atine peteng lan nisto...

Ayo sedulur jo nglaleake # Wajibe ngaji sa'pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide # Baguse sangu mulyo matine

Baguse sangu mulyo matine...

Kang aran sholeh bagus atine # Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate # Ugo haqiqot manjing rasane

Ugo haqiqot manjing rasanee...

Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo # Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito # Den tancepake ing jero dodo

Den tancepake ing jero dodo...

Kumantil ati lan pikiran # Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat rosul dadi pedoman # Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci # Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadlohi # Dzikir lan suluk jo nganti lali

Dzikir lan suluk jo nganti lali...

Uripe ayem rumongso aman # Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo nadjan pas-pasan # Kabeh tinakdir saking pengeran

Kabeh tinakdir saking pengeran...

Kelawan konco dulur lan tonggo # Kang podo rukun ojo dursilo
Iku sunnahe rosul kang mulyo # Nabi Muhammad panutan kito

Nabi Muhammad panutan kito...

Ayo nglakoni sekabehane # Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senadjan asor toto dzohire # Ananging mulyo maqom drajate

Ananging mulyo maqom drajate...

Lamun palastro ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone # Utuh mayite ugo ulese

Utuh mayite ugo ulese...

يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Terjemahan Bahasa Indonesia kurang lebih berikut :
-------------------------------------------------------------------------------------------------


ا ستغفرالله رب البرايا # استغفرالله من الخطايا
رب زدني علما نافعا # و وفقني عملا صالحا
يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم


Aku memulai menembangkan (menyanyikan) sya’ir # Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan # Siang dan malam tanpa perhitungan

Wahai para sahabat pria dan wanita # jangan hanya belajar syari’at saja
Hanya pandai mendongeng (bicara),menulis dan membaca # Akhirnya hanya akan sengsara

Banyak yang hafal al-Qur’an dan hadistnya # Suka mengkafirkan orang lain
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan # Kalau masih kotor hati dan akalnya

Mudah tertipu nafsu angkara # Dalam hiasan gemerlapnya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga # Maka hatinya gelap dan nista

Mari saudara jangan melupakan # Kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya # Bagusnya bekal mulia matinya

Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya # Karena sempurna seri keilmuannya
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya # Juga hakekat meresap rasanya

Al-qur’an qodhim wahyu yang mulia # Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita # Ditancapkan ke dalam dada

tergantung (tertempel) di hati dan pikiran # Merasuk ke dalam badan dan tubuh
Mu’jizat rasul ( Al-qur’an ) jadi pedoman # Sebagai jalan masuknya iman

Kepada Allah yang Maha suci # Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam
Diusahakan dan dilatih # Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Hidupnya tentram dan merasa aman # Itulah perasaan tanda beriman
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan # Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan

Terhadap teman , saudara dan tetangga # Rukunlah jangan bertengkar
Itu sunnah Rasul yang mulia # Nabi Muhammad suri tauladan kita

Mari jalani semuanya # Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun rendah secara lahiriah # Namun mulia kedudukan derajatnya disisi Allah

Ketika ajal telah datang di Akhir # Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya
Disanjung Allah surga tempatnya # Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya


يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم